Kamis, 01 Oktober 2015

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL




DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Manusia Sebagai Makhluk Yang Berbudaya Dan Beretika
2.2 Pengertian Manusia, Budaya Dan Etika Menurut
      Para Ahli
2.3 Perwujudan masyarakat Indonesia Sebagai Makhluk Yang
      Berbudaya Dan Beretika
2.4 Manusia sebagai Makhluk Sosial
2.5 Manusia sebagai Makhluk Individu
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA





BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pada Dasarnya manusia adalah makhluk yang berbudaya dan beretika tidak lain adalah makhluk yang diciptakan Tuhan Semesta Alam yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, karena yang membahagiakan hidup manusia itu hakikatnya sesuatu yang baik, benar dan adil. Maka hanya manusia yang selalu berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran dan keadilan sajalah yang berhak menyandang gelar manusia berbudaya dan Beretika Manusia sangat berhubungan dan mempunyai keterkaitan dengan lingkungan dan gimana manusia bertempat tinggal. Manusia bertindak sosial dengan cara memanfaatkan alam dan lingkngan untuk menyejahterakan hidupnya. Dengan demikian dapat kita katakan bahwa kualitas manusia akan menentukan kualitas kebudayaan yang beretika. Tanpa bantuan dari manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan sendirinya sehingga manusia memunculkan sifat bahwa manusia memiliki ketergantungan terhadap manusia lainnya.



1.2 Tujuan
Adapun tujuan yang dapat di peroleh dari makalah ini, sebagai berikut.
1.Untuk mengetahui mengapa manusia disebut sebagai makhluk yang berbudaya dan beretik
2. Mengetahui pengertian manusia, budaya , etika menurut para Ahli
3.Mengetahui cara manusia berinteraksi satu dengan yang lainnya
4.Untuk mengetahui perwujudan masyarakat Indonesia sebagai makhluk yang berbudaya dan  beretika



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Manusia Sebagai Makhluk Yang Berbudaya Dan Beretika
Manusia disebut sebagai makhluk yang berbudaya dan beretika tidak lain adalah makhluk yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, karena yang membahagiakan hidup manusia itu hakikatnya sesuatu yang baik, benar dan adil, maka hanya manusia yang selalu berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran dan keadilan sajalah yang berhak menyandang gelar manusia berbudaya. Manusia juga akan mulai berpikir tentang bagaimana caranya menggunakan hewan atau binatang untuk lebih memudahkan kerja manusia dan menambah hasil usahannya dalam kaitannya untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Manusia sangat mempunyai hasrat yang tinggi apabila dibandingkan dengan makhluk hidup yang lain. Hasrat untuk selalu menambah hasil usahanya guna mempermudah lagi perjuangan hidupnya menimbulkan perekonomian dalam lingkungan kerja sama yang teratur. Hasrat disertai rasa keindahan menimbulkan kesenian. Hasrat akan mengatur kedudukannya dalam alam sekitarnya, dalam menghadapai tenaga-tenaga alam yang beraneka ragam bentuknya dan gaib, menimbulkan kepercayaan dan keagamaan. Hasrat manusia yang selalu ingin tahu tentang segala sesuatu disekitarnya menimbulkan ilmu pengetahuan. Ada hakekatnya kebudayaan mempunyai dua segi, bagian yang tidak dapat dilepaskan hubungannya satu sama lain yaitu segi kebendaan dan segi kerohanian. Segi kebendaan yaitu meliputi segala benda buatan manusia sebagai perwujudan dari akalnya, serta bisa diraba. Segi kerohanian terdiri atas alam pikiran dan kumpulan perasaan yang tersusun teratur.


2.2 Pengertian Manusia, Budaya Dan Etika Menurut Para Ahli

a. Pengertian Manusia
Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi manusia menurut beberapa ahli:

·         UPANISADS
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik

·         SOKRATES
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar
·         WAYAN WATRA
Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa

b. Pengertian Budaya
Koentjaraningrat
Budaya merupakan sebuah sistem gagasan & rasa, sebuah tindakan serta karya yang dihasilkan oleh manusia didalam kehidupannya yang bermasyarakat, yang dijadikan kepunyaannya dengan belajar.
E.B. Taylor
Budaya ialah suatu keseluruhan yang kompleks meliputi kepercayaan, kesusilaan, seni, adat istiadat, hukum, kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang sering dipelajari oleh manusia sebagai bagian dari masyarakat.
Linton
 Budaya merupakan keseluruhan dari sikap & pola perilaku serta pengetahuan yang merupakan suatu kebiasaan yang diwariskan & dimilik oleh suatu anggota masyarakat tertentu.

c. Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa yunani kuno ethikos (“Yang berarti timbul kebiasaan “) untuk mempelajari kualitas yang standart dan penilaian moral. Etika diperlukan untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah baik buruk dan tanggung jawab.
K. Bertens
 Etika adalah nilai-nila dan norma-norma moral, yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
Prof. DR. Franz Magnis Suseno
 Etika adalah ilmu yang mencari orientasi atau ilmu yang memberikan arah dan pijakan pada tindakan manusia.

H. A. Mustafa
Etika adalah ilmu yang menyelidiki, mana yang baik dan mana yang buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran.

2.3 Perwujudan masyarakat Indonesia Sebagai Makhluk Yang Berbudaya Dan Beretika
Di Indonesia sendiri banyak sekali contoh-contoh manusia sebagai makhluk yang berbudaya yang mulai luntur seperti budaya gotong royong. Dalam pengertian manusia diatas kita telah membahas bahwa manusia adalah mahluk sosial yaitu dimana manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan hidup berdampingan antara individu satu dengan individu yang lain. Gotong royong di Indonesia sendiri merupakan suatu istilah yang berarti bekerja bersama. Sikap gotong royong adalah bekerja bersama-sama dalam menyelesaikan pekerjaan dan secara bersama-sama menikmati hasil pekerjaan tersebut secara adil, atau suatu usaha atau pekerjaan yang dilakukan tanpa pamrih dan secara suka rela oleh semua warga menurut batas kemampuannya masing-masing. Pekerjaan jika dilakukan dengan cara gotong royong akan lebih mudah dan ringan Nilai-nilai budaya asing mulai deras masuk dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.
Kehidupan perekonomian masyarakat berangsur-angsur berubah dari agraris ke industri, industri berkembang maju dan pada zaman sekarang tatanan kehidupan lebih banyak didasarkan pada pertimbangan ekonomi, sehingga bersifat materialistik. Pembahasan nilai-nilai budaya asing yang mulai banyak masuk dan menjadi bagian di masyarakat Indonesia mempunyai dampak positif yaitu modernisasi yang terjadi di Indonesia yaitu pembangunan yang terus berkembang di Indonesia dapat merubah perekonomian indonesia dan mencapai tatanan kehidupan bermasyarakat yang adil, maju, dan makmur. Hal tersebut diharapkan akan mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera baik batin, jasmani dan rohani. Untuk dampak negatifnya budaya yang masuk ke Indonesia seperti cara berpakaian, etika, pergaulan dan yang lainnya sering menimbulkan berbagai masalah sosial diantaranya; kesenjangan social ekonomi, kerusakan lingkungan hidup, kriminalitas, dan kenakalan remaja.

2.4 Manusia sebagai Makhluk Sosial
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tak lepas berinteraksi dengan manusia lainnya, melakukan sebuah sosialisasi antar manusia. Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk mampu bekerjasama dengan orang lain sehingga tercipta sebuah kehidupan yang damai. Makhluk sosial adalah makhluk yang memiliki kecenderungan menyukai dan membutuhkan kehadiran sesamanya sebagai kebutuhan dasar yang disebut kebutuhan sosial.

2.5 Manusia Sebagai Makhluk Individu
Individu berasal dari kata in dan divided. Dalam Bahasa Inggris In salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan divided artinya terbagi. Jadi, individu artinya tidak terbagi atau suatu kesatuan.Dalam bahasa latin, individu berasal dari kata individium yang berarti tidak terbagi, suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas



BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Manusia Sebagai Makhluk Berbudaya adalah Manusia yang diciptakan untuk menjalankan kewajibandan tanggung jawabnya sebagai makhluk Tuhan. Manusia harus menguasai segala sesuatu yang berhubungan dengan kepemimpinannya di muka bumi disamping tanggung jawab dan etika moral harus dimiliki, menciptakan nilai kebaikan, kebenaran, keadilan dan tanggung jawab agar bermakna bagi kemanusiaan dan lingkungan sekitarnya. Manusia memiliki akal dan budi yang tidak dimiliki hewan,dan ini menjadi suatu faktor penting yang membuat manusia bersifat unik,keunikan inilah yang menciptakan suatu budaya yang membedakan manusia dengan hewan.Dan budaya ini telah hidup bersama manusia dari zaman ke zaman hingga saat ini sebagai suatu kebiasaan yang dapat berubah oleh faktor tertentu.
Selain mampunyai sebagaimanaa makhluk hidup lainnya, manusia juga mempunyai akal yang dapat memperhitungkan tindakannya melalui proses belajar yang terus-menerus. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok atau seorang individu. Kualitas manusia pada suatu negara akan menentukan kualitas kebudayaan dari suatu negara tersebut, begitu pula pendidikan yang tinggi akan menghasilkan kebudayaan yang tinggi. Karena kebudayaan adalah hasil dari pendidikan suatu bangsa.

3.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas ada beberapa saran yang dapat diberikan menyangkut dengan topik Manusia Sebagai Makhluk yang Berbudaya,
antara lain:
 Sebagai manusia yang diberikan akal dan kemampuan berpikir oleh Tuhan, seharusnya kita bisa memanfaatkan dan melestarikan budayabudaya yang ada di negara kita.
 Sebagai negara yang paling kaya akan budayanya, kita harus menjaga budaya-budaya yang sudah ada di Indonesia, jangan sampai di klaim oleh negara lain



DAFTAR PUSTAKA

 Muhyidin, Asep.2013.Pemertahanan Nilai-Nilai Budaya Lokal dalam Pemelajaran Sastra di Sekolah. http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/artikel/306


Cara pedia.2015. Pengertian dan Definisi Manusia Menurut Para Ahli.https://carapedia.com/pengertian_definisi_manusia_menurut_para_ahli_info508.html

Seputar pengetahuan.2015.Pengertian Budaya Menurut Para Ahli Lengkap. http://www.seputarpengetahuan.com/2015/03/pengertian-budaya-menurut-para-ahli.html




Wartafeminis.2013. Etika Moral dan Kebebasan. http://wartafeminis.com/2013/04/10/etika-moral-dan-kebebasan/

Bukupr.2013.Manusia Sebagai Makhluk Sosial. http://www.bukupr.com/2013/02/manusia-sebagai-makhluk-sosial.html








Tidak ada komentar: