DAFTAR
ISI
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Manusia Sebagai Makhluk Yang Berbudaya Dan Beretika
2.2 Pengertian Manusia, Budaya Dan Etika Menurut
Para Ahli
2.3 Perwujudan masyarakat Indonesia Sebagai Makhluk Yang
Berbudaya Dan
Beretika
2.4 Manusia sebagai Makhluk Sosial
2.5 Manusia sebagai Makhluk Individu
BAB
III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR
PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada
Dasarnya manusia adalah makhluk yang berbudaya dan beretika tidak lain adalah
makhluk yang diciptakan Tuhan Semesta Alam yang senantiasa mendayagunakan akal
budinya untuk menciptakan kebahagiaan, karena yang membahagiakan hidup manusia
itu hakikatnya sesuatu yang baik, benar dan adil. Maka hanya manusia yang
selalu berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran dan keadilan sajalah yang
berhak menyandang gelar manusia berbudaya dan Beretika Manusia sangat
berhubungan dan mempunyai keterkaitan dengan lingkungan dan gimana manusia
bertempat tinggal. Manusia bertindak sosial dengan cara memanfaatkan alam dan
lingkngan untuk menyejahterakan hidupnya. Dengan demikian dapat kita katakan
bahwa kualitas manusia akan menentukan kualitas kebudayaan yang beretika. Tanpa
bantuan dari manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan
sendirinya sehingga manusia memunculkan sifat bahwa manusia memiliki
ketergantungan terhadap manusia lainnya.
1.2
Tujuan
Adapun
tujuan yang dapat di peroleh dari makalah ini, sebagai berikut.
1.Untuk mengetahui mengapa manusia disebut sebagai
makhluk yang berbudaya dan beretik
2. Mengetahui pengertian manusia, budaya , etika menurut
para Ahli
3.Mengetahui cara manusia berinteraksi satu dengan yang
lainnya
4.Untuk mengetahui perwujudan masyarakat Indonesia
sebagai makhluk yang berbudaya dan
beretika
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Manusia Sebagai Makhluk Yang Berbudaya Dan Beretika
Manusia
disebut sebagai makhluk yang berbudaya dan beretika tidak lain adalah makhluk
yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan,
karena yang membahagiakan hidup manusia itu hakikatnya sesuatu yang baik, benar
dan adil, maka hanya manusia yang selalu berusaha menciptakan kebaikan,
kebenaran dan keadilan sajalah yang berhak menyandang gelar manusia berbudaya.
Manusia juga akan mulai berpikir tentang bagaimana caranya menggunakan hewan
atau binatang untuk lebih memudahkan kerja manusia dan menambah hasil usahannya
dalam kaitannya untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Manusia sangat
mempunyai hasrat yang tinggi apabila dibandingkan dengan makhluk hidup yang
lain. Hasrat untuk selalu menambah hasil usahanya guna mempermudah lagi
perjuangan hidupnya menimbulkan perekonomian dalam lingkungan kerja sama yang
teratur. Hasrat disertai rasa keindahan menimbulkan kesenian. Hasrat akan
mengatur kedudukannya dalam alam sekitarnya, dalam menghadapai tenaga-tenaga
alam yang beraneka ragam bentuknya dan gaib, menimbulkan kepercayaan dan
keagamaan. Hasrat manusia yang selalu ingin tahu tentang segala sesuatu
disekitarnya menimbulkan ilmu pengetahuan. Ada hakekatnya kebudayaan mempunyai
dua segi, bagian yang tidak dapat dilepaskan hubungannya satu sama lain yaitu
segi kebendaan dan segi kerohanian. Segi kebendaan yaitu meliputi segala benda
buatan manusia sebagai perwujudan dari akalnya, serta bisa diraba. Segi
kerohanian terdiri atas alam pikiran dan kumpulan perasaan yang tersusun teratur.
2.2 Pengertian
Manusia, Budaya Dan Etika Menurut Para Ahli
a. Pengertian Manusia
Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita
merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia
tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi manusia
menurut beberapa ahli:
·
UPANISADS
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman),
jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik
·
SOKRATES
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak
berbulu dengan kuku datar dan lebar
·
WAYAN WATRA
Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias
dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa
b. Pengertian Budaya
Koentjaraningrat
Budaya merupakan sebuah sistem gagasan & rasa, sebuah tindakan serta
karya yang dihasilkan oleh manusia didalam kehidupannya yang bermasyarakat,
yang dijadikan kepunyaannya dengan belajar.
E.B. Taylor
Budaya ialah suatu
keseluruhan yang kompleks meliputi kepercayaan, kesusilaan, seni, adat
istiadat, hukum, kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang sering dipelajari oleh
manusia sebagai bagian dari masyarakat.
Linton
Budaya merupakan
keseluruhan dari sikap & pola perilaku serta pengetahuan yang merupakan
suatu kebiasaan yang diwariskan & dimilik oleh suatu anggota masyarakat
tertentu.
c. Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa yunani kuno ethikos (“Yang
berarti timbul kebiasaan “) untuk mempelajari kualitas yang standart dan
penilaian moral. Etika diperlukan untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan
oleh manusia. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah
baik buruk dan tanggung jawab.
K. Bertens
Etika adalah nilai-nila dan norma-norma
moral, yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur
tingkah lakunya.
Prof. DR. Franz Magnis Suseno
Etika adalah ilmu yang mencari orientasi
atau ilmu yang memberikan arah dan pijakan pada tindakan manusia.
H. A. Mustafa
Etika adalah ilmu
yang menyelidiki, mana yang baik dan mana yang buruk dengan memperhatikan amal
perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran.
2.3 Perwujudan
masyarakat Indonesia Sebagai Makhluk Yang Berbudaya Dan Beretika
Di Indonesia sendiri banyak sekali contoh-contoh manusia
sebagai makhluk yang berbudaya yang mulai luntur seperti budaya gotong royong.
Dalam pengertian manusia diatas kita telah membahas bahwa manusia adalah mahluk
sosial yaitu dimana manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan hidup berdampingan
antara individu satu dengan individu yang lain. Gotong royong di Indonesia
sendiri merupakan suatu istilah yang berarti bekerja bersama. Sikap gotong
royong adalah bekerja bersama-sama dalam menyelesaikan pekerjaan dan secara
bersama-sama menikmati hasil pekerjaan tersebut secara adil, atau suatu usaha
atau pekerjaan yang dilakukan tanpa pamrih dan secara suka rela oleh semua
warga menurut batas kemampuannya masing-masing. Pekerjaan jika dilakukan dengan
cara gotong royong akan lebih mudah dan ringan Nilai-nilai budaya asing mulai
deras masuk dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.
Kehidupan perekonomian masyarakat berangsur-angsur
berubah dari agraris ke industri, industri berkembang maju dan pada zaman
sekarang tatanan kehidupan lebih banyak didasarkan pada pertimbangan ekonomi,
sehingga bersifat materialistik. Pembahasan nilai-nilai budaya asing yang mulai
banyak masuk dan menjadi bagian di masyarakat Indonesia mempunyai dampak
positif yaitu modernisasi yang terjadi di Indonesia yaitu pembangunan yang
terus berkembang di Indonesia dapat merubah perekonomian indonesia dan mencapai
tatanan kehidupan bermasyarakat yang adil, maju, dan makmur. Hal tersebut
diharapkan akan mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera baik batin,
jasmani dan rohani. Untuk dampak negatifnya budaya yang masuk ke Indonesia
seperti cara berpakaian, etika, pergaulan dan yang lainnya sering menimbulkan
berbagai masalah sosial diantaranya; kesenjangan social ekonomi, kerusakan
lingkungan hidup, kriminalitas, dan kenakalan remaja.
2.4
Manusia sebagai Makhluk Sosial
Dalam
kehidupan sehari-hari manusia tak lepas berinteraksi dengan manusia lainnya,
melakukan sebuah sosialisasi antar manusia. Sebagai makhluk sosial, manusia
dituntut untuk mampu bekerjasama dengan orang lain sehingga tercipta sebuah
kehidupan yang damai. Makhluk sosial adalah makhluk yang memiliki kecenderungan
menyukai dan membutuhkan kehadiran sesamanya sebagai kebutuhan dasar yang
disebut kebutuhan sosial.
2.5
Manusia Sebagai Makhluk Individu
Individu
berasal dari kata in dan divided. Dalam Bahasa Inggris In
salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan divided artinya
terbagi. Jadi, individu artinya tidak terbagi atau suatu kesatuan.Dalam bahasa
latin, individu berasal dari kata individium yang berarti tidak terbagi, suatu
sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil
dan terbatas
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Manusia
Sebagai Makhluk Berbudaya adalah Manusia yang diciptakan untuk menjalankan
kewajibandan tanggung jawabnya sebagai makhluk Tuhan. Manusia harus menguasai
segala sesuatu yang berhubungan dengan kepemimpinannya di muka bumi disamping
tanggung jawab dan etika moral harus dimiliki, menciptakan nilai kebaikan,
kebenaran, keadilan dan tanggung jawab agar bermakna bagi kemanusiaan dan
lingkungan sekitarnya. Manusia memiliki akal dan budi yang tidak dimiliki
hewan,dan ini menjadi suatu faktor penting yang membuat manusia bersifat
unik,keunikan inilah yang menciptakan suatu budaya yang membedakan manusia
dengan hewan.Dan budaya ini telah hidup bersama manusia dari zaman ke zaman
hingga saat ini sebagai suatu kebiasaan yang dapat berubah oleh faktor
tertentu.
Selain
mampunyai sebagaimanaa makhluk hidup lainnya, manusia juga mempunyai akal yang
dapat memperhitungkan tindakannya melalui proses belajar yang terus-menerus.
Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah
gagasan atau realitas, sebuah kelompok atau seorang individu. Kualitas manusia
pada suatu negara akan menentukan kualitas kebudayaan dari suatu negara
tersebut, begitu pula pendidikan yang tinggi akan menghasilkan kebudayaan yang
tinggi. Karena kebudayaan adalah hasil dari pendidikan suatu bangsa.
3.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas ada beberapa saran yang dapat diberikan menyangkut
dengan topik Manusia Sebagai Makhluk yang Berbudaya,
antara lain:
Sebagai manusia yang diberikan akal dan kemampuan berpikir oleh Tuhan,
seharusnya kita bisa memanfaatkan dan melestarikan budayabudaya yang ada di
negara kita.
Sebagai negara yang paling kaya akan budayanya, kita harus menjaga budaya-budaya
yang sudah ada di Indonesia, jangan sampai di klaim oleh negara lain
DAFTAR PUSTAKA
Muhyidin, Asep.2013.Pemertahanan
Nilai-Nilai Budaya Lokal dalam Pemelajaran Sastra di Sekolah. http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/artikel/306
Cara pedia.2015. Pengertian dan Definisi Manusia Menurut Para Ahli.https://carapedia.com/pengertian_definisi_manusia_menurut_para_ahli_info508.html
Seputar
pengetahuan.2015.Pengertian
Budaya Menurut Para Ahli Lengkap.
http://www.seputarpengetahuan.com/2015/03/pengertian-budaya-menurut-para-ahli.html
Pengertian ahli.2013. Pengertian
Etika Menurut para Ahli. http://www.pengertianahli.com/2013/10/pengertian-etika-menurut-para-ahli.html#_
Wartafeminis.2013. Etika Moral dan Kebebasan.
http://wartafeminis.com/2013/04/10/etika-moral-dan-kebebasan/
Bukupr.2013.Manusia
Sebagai Makhluk Sosial. http://www.bukupr.com/2013/02/manusia-sebagai-makhluk-sosial.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar