Evolusi
Arsitektur Intelligent Transport System (ITS) Menggunakan Cloud Computing
Fatur Rahman Universitas Gunadarma
Update: April
29, 2019
1
Pendahuluan
Dalam beberapa tahun terakhir istilah
Intelligent Transport System (ITS) telah muncul, yang mengacu pada fakta
mengubah sistem transportasi melalui penggunaan TIK dan infrastruktur terkait.
ITS dapat didefinisikan sebagai penerapan sensor canggih, komputer, elektronik, dan teknologi komunikasi dan strategi manajemen secara terpadu untuk meningkatkan keamanan
dan efisiensi sistem
transportasi permukaan. ITS memiliki potensi untuk menyelesaikan tantangan paling umum terkait dengan
sistem transportasi baru-baru ini seperti - kemacetan lalu lintas yang padat di kota-kota besar,
manajemen lalu lintas
yang buruk, layanan yang tidak dapat diandalkan, dll.
Selain itu, terlihat bahwa ITS memiliki kemungkinan untuk bertindak sebagai
faktor kunci untuk pertumbuhan ekonomi di banyak negara.
Cloud Computing menawarkan sumber daya komputasi yang didistribusikan secara
geografis sebagai layanan untuk pengguna berdasarkan permintaan dengan
mengambil keuntungan dari teknologi virtual- isasi. Istilah komputasi awan didefinisikan dalam sebagai model komputasi yang menggabungkan beberapa teknologi seperti - komputasi
utilitas, komputasi grid, Layanan Berorientasi Arsitektur (Service-Oriented
Architectures), layanan web, dll. Untuk menyediakan layanan
yang di-host melalui
jaringan. Menyebarkan sistem transportasi melalui platform cloud mengeksplorasi sejumlah
manfaat yang mungkin
tidak dapat di- capai melalui arsitektur tradisional sistem transportasi seperti
lingkungan penempatan yang fleksibel untuk strategi manajemen lalu lintas,
dukungan keputusan yang cerdas, dll. Selain itu, arsitektur berbasis cloud
adalah pilihan yang baik untuk
mengelola dan menyimpan data dalam volume
besar dari sumber
heterogen di ITS. Arsitektur yang didasarkan pada komputasi awan tidak
hanya menyediakan kemampuan pemrosesan data yang efisien tetapi
juga memastikan platform
yang mapan dan terbukti untuk
implementasi dan pemeli- haraan karena virtualisasi dan
teknik dasar lainnya untuk memisahkan perangkat lunak dari karakteristik Mesin Fisik.
Tetapi menggunakan model ini
untuk skenario dunia
nyata dikaitkan dengan beberapa tantangan seperti kontrol penerimaan, penskalaan sumber daya secara otomatis, memanfaatkan sumber daya secara
optimal, dll. Lebih lanjut,
selalu sulit untuk
membuat keseimbangan antara
Service Level Agreements (SLA) dan pemanfaatan sumber daya.
2
Latar Belakang
Tujuan dari bagian ini adalah untuk
menyajikan konsep dan teknologi yang mendasari yang diselidiki dalam tesis ini.
Diskusi dimulai dengan ITS dan aplikasi intinya. Kemudian diskusi dilanjutkan
dengan deskripsi model komunikasi asinkron dan teknologi cloud-enabled.
Tidak seperti rekayasa lalu lintas
tradisional, ITS dianggap sebagai teknologi pintar yang menginte- grasikan informasi, komunikasi, kontrol, teknologi komputer dan teknologi modern lainnya untuk menggu-
nakan sistem manajemen transportasi transportasi yang real-time, fleksibel,
andal, dan efisien. ITS dapat menawarkan lima manfaat
utama dibandingkan infrastruktur lalu lintas tradisional - 1) mengurangi kemac- etan dan karenanya meningkatkan kinerja operasional, 2)
meningkatkan keselamatan bagi para pelancong dan kendaraan, 3) meningkatkan
mobilitas dan fleksibilitas bagi para pelancong, 4) memberikan manfaat
lingkungan , dan 5) meningkatkan peluang kerja, dan karenanya, mendorong
pertumbuhan ekonomi. Ada berbagai teknologi
yang diperlukan untuk berintegrasi bersama
untuk merancang arsitektur beton untuk ITS. Menurut [13], infrastruktur umum untuk ITS mencakup tiga langkah utama: pengumpulan data, pemrosesan
data, dan pengiriman informasi. Setiap langkah melibatkan serangkaian teknologi, perangkat, platform, en- titas yang beragam yang membutuhkan interaksi
tanpa batas untuk memberikan layanan
yang andal kepada pengguna akhir.
"Platform Integrasi" mendukung pengumpulan data statis dan real-time terkait
transportasi dari berbagai sumber, seperti - database
angkutan umum, database taksi, dll. "Platform lapisan transformasi"
men- dukung pemrosesan volume
besar data dan transformasi ke format
umum sehingga lapisan
berikutnya dapat memanfaatkan data untuk menyediakan layanan. Akhirnya, "platform layanan Berorientasi Kejadian" memu- ngkinkan kupon yang longgar di antara Penyedia Layanan
dan Konsumen Layanan
yang memastikan model komunikasi yang fleksibel.
Satu layanan juga dapat bertindak
sebagai konsumen untuk layanan lain.
Misalnya, layanan bernama StopsInArea, yang menyediakan daftar pemberhentian untuk
area tertentu, dapat
menggunakan layanan yang bernama VehicleStops, yang mencakup
semua perhentian.
References
Carlstrom, Charles T and
Timothy S Fuerst, “Agency Costs, Net Worth, and Business Fluctuations:
A Computable General Equilibrium Analysis,” The
American Economic Review, 1997, pp. 893–910.
Quadrini, Vincenzo,
“Financial Frictions in Macroeconomic Fluctuations,” FRB Richmond Economic Quarterly, 2011, 97 (3), 209–254.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar