Kamis, 27 Juni 2019

Evolusi Arsitektur Intelligent Transport System (ITS) Menggunakan Cloud Computing #2





Evolusi Arsitektur Intelligent Transport System (ITS) Menggunakan Cloud Computing
Fatur Rahman Universitas Gunadarma
Update:  April 29, 2019

1          Pendahuluan

Dalam beberapa tahun terakhir istilah Intelligent Transport System (ITS) telah muncul, yang mengacu pada fakta mengubah sistem transportasi melalui penggunaan TIK dan infrastruktur terkait. ITS dapat didefinisikan sebagai penerapan sensor canggih, komputer, elektronik, dan teknologi komunikasi dan strategi manajemen secara terpadu untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi sistem transportasi permukaan. ITS memiliki potensi untuk menyelesaikan tantangan paling umum terkait dengan sistem transportasi baru-baru ini seperti - kemacetan lalu lintas yang padat di kota-kota besar, manajemen lalu lintas yang buruk, layanan yang tidak dapat diandalkan, dll. Selain itu, terlihat bahwa ITS memiliki kemungkinan untuk bertindak sebagai faktor kunci untuk pertumbuhan ekonomi di banyak negara.
Cloud Computing menawarkan sumber daya komputasi yang didistribusikan secara geografis sebagai layanan untuk pengguna berdasarkan permintaan dengan mengambil keuntungan dari teknologi virtual- isasi. Istilah komputasi awan didefinisikan dalam sebagai model komputasi yang menggabungkan beberapa teknologi seperti - komputasi utilitas, komputasi grid, Layanan Berorientasi Arsitektur (Service-Oriented Architectures), layanan web, dll. Untuk menyediakan layanan yang di-host melalui jaringan. Menyebarkan sistem transportasi melalui platform cloud mengeksplorasi sejumlah manfaat yang mungkin tidak dapat di- capai melalui arsitektur tradisional sistem transportasi seperti lingkungan penempatan yang fleksibel untuk strategi manajemen lalu lintas, dukungan keputusan yang cerdas, dll. Selain itu, arsitektur berbasis cloud adalah pilihan yang baik untuk mengelola dan menyimpan data dalam volume besar dari sumber heterogen di ITS. Arsitektur yang didasarkan pada komputasi awan tidak hanya menyediakan kemampuan pemrosesan data yang efisien tetapi juga memastikan platform yang mapan dan terbukti untuk implementasi dan pemeli- haraan karena virtualisasi dan teknik dasar lainnya untuk memisahkan perangkat lunak dari karakteristik Mesin Fisik. Tetapi menggunakan model ini untuk skenario dunia nyata dikaitkan dengan beberapa tantangan seperti kontrol penerimaan, penskalaan sumber daya secara otomatis, memanfaatkan sumber daya secara

optimal, dll. Lebih lanjut, selalu sulit untuk membuat keseimbangan antara Service Level Agreements (SLA) dan pemanfaatan sumber daya.

2          Latar Belakang

Tujuan dari bagian ini adalah untuk menyajikan konsep dan teknologi yang mendasari yang diselidiki dalam tesis ini. Diskusi dimulai dengan ITS dan aplikasi intinya. Kemudian diskusi dilanjutkan dengan deskripsi model komunikasi asinkron dan teknologi cloud-enabled.

2.1    Intelligent Transport System (ITS) Dan Penerapannya
Tidak seperti rekayasa lalu lintas tradisional, ITS dianggap sebagai teknologi pintar yang menginte- grasikan informasi, komunikasi, kontrol, teknologi komputer dan teknologi modern lainnya untuk menggu- nakan sistem manajemen transportasi transportasi yang real-time, fleksibel, andal, dan efisien. ITS dapat menawarkan lima manfaat utama dibandingkan infrastruktur lalu lintas tradisional - 1) mengurangi kemac- etan dan karenanya meningkatkan kinerja operasional, 2) meningkatkan keselamatan bagi para pelancong dan kendaraan, 3) meningkatkan mobilitas dan fleksibilitas bagi para pelancong, 4) memberikan manfaat lingkungan , dan 5) meningkatkan peluang kerja, dan karenanya, mendorong pertumbuhan ekonomi. Ada berbagai teknologi yang diperlukan untuk berintegrasi bersama untuk merancang arsitektur beton untuk ITS. Menurut [13], infrastruktur umum untuk ITS mencakup tiga langkah utama: pengumpulan data, pemrosesan data, dan pengiriman informasi. Setiap langkah melibatkan serangkaian teknologi, perangkat, platform, en- titas yang beragam yang membutuhkan interaksi tanpa batas untuk memberikan layanan yang andal kepada pengguna akhir.
"Platform Integrasi" mendukung pengumpulan data statis dan real-time terkait transportasi dari berbagai sumber, seperti - database angkutan umum, database taksi, dll. "Platform lapisan transformasi" men- dukung pemrosesan volume besar data dan transformasi ke format umum sehingga lapisan berikutnya dapat memanfaatkan data untuk menyediakan layanan. Akhirnya, "platform layanan Berorientasi Kejadian" memu- ngkinkan kupon yang longgar di antara Penyedia Layanan dan Konsumen Layanan yang memastikan model komunikasi yang fleksibel.
Satu layanan juga dapat bertindak sebagai konsumen untuk layanan lain. Misalnya, layanan bernama StopsInArea, yang menyediakan daftar pemberhentian untuk area tertentu, dapat menggunakan layanan yang bernama VehicleStops, yang mencakup semua perhentian.

References

Carlstrom, Charles T and Timothy S Fuerst, “Agency Costs, Net Worth, and Business Fluctuations: A Computable General Equilibrium Analysis,” The American Economic Review, 1997, pp. 893–910.
Quadrini, Vincenzo, “Financial Frictions in Macroeconomic Fluctuations,” FRB Richmond Economic Quarterly, 2011, 97 (3), 209–254.

Tidak ada komentar: