UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

MAKALAH PENGANTAR BISNIS
INFORMATIKA
|
DEPOK
2019
Sikap menumbuhkan semangat dalam belajar
Selama
menyandang status sebagai mahasiswa, banyak hal yang telah saya lakukan. Hal
utama yang saya lakukan sebagai mahasiswa tentu saja belajar. Belajar dan tugas
hampir menjadi makanan sehari-hari untuk saya. Walaupun manfaat belajar dan
tugas yang diberikan sangatlah baik, namun untuk melakukannya sangatlah sulit.
Apalagi jika rasa malas sudah menerjang diri, rasanya untuk membuka ponsel dan
mencari informasi saja saya tidak ingin. Untuk menghilangkan rasa malas, banyak
cara yang biasanya saya lakukan. Salah satunya, dengan menumbuhkan semangat yang
tentu saja sebenarnya sangat mudah dilakukan. Hanya saja, terkadang dalam
menumbuhkan semangat tersebut, tidak semudah yang dikatakan.
Semangat
dapat dengan mudah kita rasakan apabila kita memiliki niat untuk melakukan
sesuatu. Begitu juga dengan belajar. Jika kita berniat untuk mempelajari suatu
hal, maka otomatis kita akan merasakan semangat. Untuk itu, hal utama yang saya
lakukan agar dapat menumbuhkan semangat dalam belajar adalah mengumpulkan rasa
niat untuk belajar.
Namun,
ada kalanya ketika niat sudah ada pada dalam diri, tetap saja semangat belajar
bisa menghilang. Biasanya itu terjadi ketika kondisi badan yang kurang fit
sehingga tidak mendukung untuk belajar. Maka dari itu, agar semangat belajar
dan konsentrasi tetap penuh, saya selalu menjaga kesehatan agar tetap fit dan
semangat.
Tidak
hanya soal niat dan kesehatan, suasana yang mendukung ketika belajar dapat
mempengaruhi semangat belajar. Jika saya belajar ditempat yang berisik,
jangankan semangat, untuk dapat berkonsentrasi saja rasanya akan sulit. Selain
itu, jika tempat saya belajar berantakan ataupun tidak nyaman untuk ditempati,
maka akan semakin sulit untuk menumbuhkan rasa semangat tersebut. Oleh
karenanya, saya mencoba agar tempat saya belajar tetap bersih dan nyaman.
Hal
berikutnya untuk menumbuhkan semangat belajar adalah dengan bergaul dan belajar
bersama orang-orang yang pintar. Hal tersebut saya lakukan bukan karena
semata-mata memilih-milih teman, hanya saja jika kita dikelilingi oleh orang-orang
yang pintar tentu saja kita akan terpacu untuk menjadi orang-orang yang pintar
juga. tidak hanya itu, jika kita memiliki teman yang pintar, belajar akan jadi
lebih mudah karena teman kita dapat mengajarkan kita hal-hal yang misalnya kita
kurang pahami.
Selanjutnya,
semangat biasanya saya dapatkan jika orang-orang disekitar saya memberi saya
dukungan ketika belajar baik dukungan secara doa maupun materi. Walaupun
dukungan yang diberikan dalam bentuk sederhana namun cukup untuk memberi saya semangat
untuk serius dalam belajar.
Untuk
menumbuhkan semangat belajar, cara lain yang saya lakukan adalah dengan
menanamkan dalam pikiran saya bahwa sesuatu yang diawali dengan perjuangan
pasti akan diakhiri dengan kebahagiaan. Maka tunda terlebih dahulu kesenangan
dan ganti dengan melakukan perjuangan belajar menuntut ilmu. Walaupun rasanya
tidak menyenangkan, tetapi jika kita telah menjalaninya dan telah terbiasa
dengan itu semua maka kita akan merasakan manfaatnya. Bagi saya, menunda kesenangan
terleih dahulu demi kebahagiaan nantinya bukan sesuatu yang merugikan.
Berikutnya,
semangat belajar dapat saya peroleh dengan memotivasi diri saya agar menjadi
seseorang yang dinilai pintar. Sebenarnya, semua orang telah diberikan
kecerdasan oleh Allah SWT. Hanya saja tidak semua orang mau dan mampu mengasah
kecerdasan tersebut. Oleh karena itu harus ada kemauan dari dalam diri kita
agar kita mampu untuk mengasah kercerdasan tersebut sehingga kita dapat belajar
dengan maksimal.
Salah satu cara untuk menimbulkan rasa
semangat dalam belajar adalah dukungan dan motivasi dari orang tua dan keluarga
kita yang setiap harinya bertemu.
Hal
terpenting yang dibutuhkan untuk menumbuhkan semangat belajar adalah dengan
menentukan tujuan dari pada kita belajar itu sendiri. Jika kita belajar tanpa
ada tujuan tentu kita akan bingung untuk memanfaatkan ilmu yang telah kita
pelajari tersebut. Mungkin kebanyakan dari kita akan berpikir untuk
memanfaatkan ilmu yang telah dipelajari sebagai bekal untuk bekerja nantinya.
Tapi tidak selamanya ilmu yang kita pelajari saat dibangku sekolah ataupun
kuliah dapat dimanfaatkan secara maksimal ketika di dunia kerja. Karena itu
jangan menjadikan belajar sebagai tujuan utama untuk bekerja. Tetapi jadikan
itu sebagai bekal kita dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar