Senin, 07 Januari 2019

PENGANTAR BISNIS INFORMATIKA - Perundingan dan prosedur pengadaan barang dan jasa, sumber informasi tentang penawaran atau peluang proyek TIK, Kebutuhan dokumen yang tertuang dalam (KAK)


UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
Logo Gunadarma












MAKALAH PENGANTAR BISNIS INFORMATIKA



            Nama                          : Faturrahman
            NPM                           : 52415557
            Jurusan                      : Teknik Informatika
            Dosen                          : Siti Saidah,Skom., MMSI
           

 
 










DEPOK
2019



TUGAS:
Buatlah tulisan yang membahas tentang: perundingan dan prosedur pengadaan barang dan jasa, sumber informasi tentang penawaran atau peluang proyek TIK, Kebutuhan dokumen yang tertuang dalam KAK dan artikel pribadi tentang sikap menumbuhkan semangat dalam belajar.

KETENTUAN:
  1. Font yang digunakan adalah tipe Verdana 12 cpi berspasi 1,5.
  2. Diserahkan tepat waktu yang disetujui dan tidak boleh diwakilkan.
  3. Menggunakan kaidah bahasa Indonesia yang sopan, santun, baik dan benar.
  4. Tidak boleh ada naskah atau tulisan yang sama dengan teman sekelas.

Dalam menjalankan fungsi perusahaan, sudah pasti dibutuhkan logistik, peralatan dan layanan yang mendukung kerja optimal suatu lembaga. Kebutuhan ini diambil oleh beberapa pihak, baik itu Induk perusahaan maupun Perusahaan Anak. Berbeda dengan pengadaan barang dan jasa di pemerintah dan pemerintah, pengadaan barang dan jasa di pemerintah lebih rumit karena terkait dengan perhitungan APBN / APBD yang digunakan untuk membeli barang atau jasa tersebut.
Aktivitas pengadaan tidak terbatas pada proses pengadaan, namun demikian pengadaan kegiatan yang dibatasi oleh lima kegiatan utama, yaitu rencana pengadaan, proses pengadaan, penerimaan dan penyimpanan, serta penggunaan dan manajemen aset, dan tiga transaksi, yaitu transaksi pembelian barang / jasa (kontrak), transaksi penerimaan barang / jasa, dan transaksi penggunaan atau penggunaan barang / jasa.
Dalam proses pengadaan barang dan jasa, ada beberapa istilah yang perlu diketahui agar tidak menimbulkan ambiguitas dan salah tafsir. Beberapa adalah adalah:

  1. Barang, merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut benda, baik dalam bentuk bahan baku, setengah jadi, maupun barang jadi yang menjadi objek dari pengadaan barang pemerintah.
  2. Jasa, terbagi menjadi Jasa Konsultasi, Jasa Pemborongan dan Jasa lainnya.
  3. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), yang merupakan pemilik pekerjaan yang bertanggung jawab atas proses pengadaan barang dan jasa pemerintah, yang ditunjuk oleh Pengguna Anggara / Kuasa Pengguna Anggaran.
  4. Penyedia barang jasa, merupakan perusahaan atau badan perseorangan yang menyediakan barang / jasa.





Panitia Pengadaan dan Penyedia Barang / Jasa
Anggota panitia harus memenuhi beberapa persyaratan termasuk penguasaan tentang prosedur pengadaan, pengadaan substansi, jenis pekerjaan yang akan dilakukan, serta memiliki sertifikat pengadaan barang / jasa pemerintah dan tidak memiliki hubungan keluarga dengan pejabat pengangkat.
Sama halnya dengan panitia pengadaan, penyedia barang dan jasa pemerintah juga diharuskan memenuhi persyaratan tertentu yang ditentukan dalam peraturan tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Ketidaklengakapan persyaratan ini dapat menjadi penyebab tidak diakuinya penyedia barang / jasa dalam lelang atau penunjukan oleh lembaga terkait. Berikut ini beberapa kriteria penyedia barang / jasa:
  1. Memiliki keahlian, kemampuan manajerial dan teknis yang memadai, keahlian yang sesuai dengan persyaratan yang dikeluarkan oleh lembaga yang menyediakan proyek pengadaan barang / jasa.
  2. Memenuhi peraturan tentang usaha seperti yang ditentukan oleh peraturan-undangan yang disetujui bentuk dan legalitas usaha.
  3. Mempekerjakan anggaran untuk kontrak yang akan dikerjakan.
  4. Bebas dari situasi pailit, pengawasan pengadilan juga memiliki direksi yang tidak dalam proses hukum.
  5. Memenuhi kewajiban sebagain wajib pajak pada tahun sebelumnya yang dibuktikan dengan pelengkap SPT dan SSP tahun terakhir.
  6. Pernah meminta proyek pengadaan barang / jasa untuk perusahaan swasta atau pemerintah dalam kurun waktu 4 tahun terakhir. Poin ini termasuk pengalaman subkontrak pengadaan barang / jasa.
  7. Memiliki alamat tetap dan dapat dicapai dengan pos.
  8. Tidak masuk daftar hitam penyedia barang / jasa.

Prinsip Dasar Pengadaan
Pengadaan barang / jasa yang dilaksanakan dengan menggunakan prinsip dasar sebagai berikut:
  1. Transparan: semua ketentuan dan informasi, baik administrasi teknis termasuk tata cara penilaian, hasil peninjauan, dan penetapan penyedia barang / jasa harus terbuka bagi penyedia barang / jasa yang berminat dan dapat dibeli dengan baik;
  2. Adil: tidak diskriminatif dalam memberikan bantuan bagi semua calon penyedia barang / jasa dan tidak bertujuan untuk memberikan keuntungan kepada pihak tertentu, dengan cara atau alasan apa pun;
  3. Bertanggung jawab: mencapai sasaran fisik, kualitas, kegunaan, juga manfaat bagi kelancaran pelaksanaan usaha sesuai dengan prinsip-prinsip dan kebijakan serta ketentuan yang berlaku dalam pengadaan barang / jasa;
  4. Efektif: sesuai dengan kebutuhan yang ditentukan dan dapat memberikan Manfaat yang sebanding dengan para pihak terkait;
  5. Efisien: menggunakan dana, daya, dan fasilitas yang optimal untuk mencapai target yang telah ditetapkan dengan biaya yang wajar dan tepat sesuai kesepakatan;
  6. Kehati-hatian: senantiasa mempertimbangkan atau membahas masalah, tindakan, atau bentuk apa pun langkah antisipasi untuk menghindari kerugian material dan material selama proses pengadaan, proses pelaksanaan pekerjaan, dan paska pelaksanaan pekerjaan;
  7. Kemandirian: kepentingan khusus di mana pengadaan barang / jasa dikelola oleh profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh dari pihak manapun;
  8. Integritas: berarti pelaksana pengadaan barang / jasa harus disetujui penuh untuk memenuhi pengadaan etika;
  9. Tata Kelola Perusahaan yang Baik : Memenuhi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Sumber Informasi Tentang Penawaran atau Peluang Proyek TIK

  1. Proses mencari informasi peluang usaha

Informasi sangat penting dalam mencari peluang-peluang yang ingin kita ketahui sebagai wahana keterbukaan kita bagi bermacam-macam berita yang ada di lingkungan kita. Banyak informasi yang sering terabaikan, hal ini disebabkan oleh kekurangmampuan kita dalam meningkatkan dan memperbesar peluang-peluang yang ada. Banyak sumber untuk mendapatkan informasi, dari mulai media cetak hingga pada media elektronik. Semakin lengkap sumber-sumber informasi yang ada semakin memudahkan kita untuk mendapatkan informasi tentang peluang berbisnis. Kecanggihan teknolgi dan sumber informasi yang banyak sebagi contoh: majalah, Alquran, televisi, brosur, pamflet, baligo, buku, internet, radio, dan lain-lain. Media-media informasi itu harus kita manfaatkan agar maksimal timbale balik manfaat yang ada pada kita sebagai pencari informasi utama informasi peluang bisnis. Berikut beberapa kiat dalam mencari informasi peluang bisnis:
  • Informasi tentang kepribadian dan kemampuan dirinya -> Temukenali Diri Anda
  • Peluang yang dapat diraih
  • Kebutuhan dan keinginan konsumen
  • Lingkungan yang berselisih
  • Situasi persaingan
  • Dukungan dan tren kebijakan pemerintah

Tahapan pengembangan usaha
Tahapan yang dilakukan dalam proses pengembangan usaha yaitu:
  1. Ide Usaha
  2. Kelayakan (rencana bisnis)
  3. Implementasi (proses bisnis)
  4. Prestasi

Sumber ide usaha
Ide usaha yang dapat diperoleh dari berbagai sumber diperoleh:
  • Berdasarkan hobi
  • Berdasarkan keahlian (contoh: latar belakang pendidikan)
  • Merupakan usaha warisan
  • Membuat inovasi baru
  • Menyesuaikan dengan kebutuhan sekitar

Faktor utama sebelum memulai usaha
Diperoleh beberapa faktor utama yang harus dipertimbangkan sebelum memulai usaha, yaitu:
  • Faktor kelayakan pasar
  • Faktor kesukaan
  • Faktor keahlian atau familiaritas
  • Faktor dana
  • Faktor bahan baku
  • Faktor sumber daya manusia dan teknologi
  • Faktor kepribadian

Perkembangan bisnis TI dunia
Mungkin setiap orang saat ini sangat tergantung sekali pada komputer, memilih komputer saat ini bukan lagi merupakan barang mewah, Alat ini telah digunakan di berbagai bidang pekerjaan, termasuk di dalam dunia pendidikan. Pengenalan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), diharapkan dapat membuat perubahan dalam kehidupan yang meningkat dan mengubah penggunaan beragam produk TIK. Melalui Perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi, kita dapat mencari, membahas, menganalisis, dan saling bertukar informasi secara efisien dan efektif. TIK akan memudahkan kita, mendapatkan ide dengan cepat dan bertukar pengalaman dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga dewasa, wanita pun jadi, sekarang, tidak sedikit negara yang menerima teknologi informasi dan komunikasi kepada wanita,
Dengan demikian, diharapkan dapat mengembangkan sikap dan kemampuan belajar mandiri, sehingga kita dapat memutuskan dan menggunakan sendiri dan menggunakan TIK secara tepat dan optimal, termasuk implikasinya saat ini dan di masa yang akan datang.
Teknologi Informasi dan Komunikasi dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, memuat segala hal yang terkait dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
Sementara Teknologi Komunikasi mewakili segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Oleh karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang memuat pengertian tentang semua kegiatan yang berkaitan dengan manipulasi, pengelolaan, pengelolaan, dan transfer / pemindahan informasi antar media.
TIK pun sekarang digunakan di bidang ekonomi, upaya keras dari pemerintah untuk membangun sarana dan fasilitas teknologi informasi dan telekomunikasi di Indonesia upaya untuk memfasilitasi kegiatan antar-ekonomi Oleh sebab itu pemerintah menentang keras untuk memperbaharui layanan telekomunikasi sampai ke seluruh lapisan masyarakat. Instrumen yang digunakan selama ini adalah melalui badan usaha operator telekomunikasi yang melakukan usaha / layanan telekomunikasi melalui layanan telepon rumah, seluler, atau satelit. Secara teknis cara ini telah berhasil membuat fasilitas telekomunikasi seluruh wilayah geografis Indonesia (dari Sabang sampai Merauke). Namun keterjangkauan teknis-geografis ini tidak membuat sistem telekomunikasi terjangkau bagi masyarakat,
dalam perkembangan bisnis di dunia itu sendiri ada jenis dan jenis bisnis yang disediakan 2 macam bisnis informasi produk dan jasa.

  1. Produk
  • Hardware / Perangkat Keras
  • Perangkat Lunak / Perangkat Lunak
  1. Jasa
  • Aplikasi
  • e-commerce
  • Infrastruktur informasi dan komputer

Perangkat lunak

Adalah bisnis yang melakukan pejualan terhadap perangkat lunak / perangkat lunak. Dapat menerima pemesanan sesuai kebutuhan perusahaan.
Infrastruktur

Adalah bisnis Informatika yang menyediakan layanan informasi dan komputer, seperti Penyedia Layanan Internet, Jaringan Komputer, dll.

E-niaga

Internet berkembang menjadi saluran distribusi global utama untuk produk jasa, bidang pekerjaan bidang manajerial dan profesional.
E-commerce dapat ditentukan dari beberapa perspektif:
  1. Komunikasi: pengiriman barang, jasa, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau peralatan elektronik lainnya.
  2. Perdagangan: penyediaan sarana untuk membeli dan menjual produk, jasa, dan informasi untuk internet atau fasilitas lainnnya secara online.
  3. Proses Bisnis: menjalankan proses bisnis melalui jaringan elektronik, memulai proses bisnis dengan informas
  4. Layanan: pemerintah bagi pemerintah, perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya administrasi / operasi sekaligus meningkatkan mutu dan kecepatan layanan bagi konsumen.

Dokumen Kebutuhan yang tertuang dalam KAK (Kerangka Acuan Kerja) atau TOR (Dokumen Referensi) atau Dokumen Penawaran

Sesuai dengan namanya, KAK adalah tujuan dalam setiap pengadaan barang / jasa yang terdiri atas:
  1. uraian kegiatan yang akan dibahas nanti, maksud, dan tujuan, lokasi kegiatan, sumber perhatian, serta jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan;
  2. waktu yang diperlukan dalam melaksanakan kegiatan / pekerjaan tersebut mulai dari yang direncanakan, rencana pengadaan sampai dengan penyerahan barang / jasa;
  3. spesifikasi teknis barang / jasa yang akan diadakan; dan
  4. Nilai total estimasi biaya pekerjaan termasuk pajak yang harus dibayarkan pada kegiatan tersebut.
Istilah lain yang sering digunakan untuk menggambarkan KAK adalah Term Of Reference (TOR). KAK dan RAB merupakan dokumen awal yang disusun untuk penganggaran tahunan dan termasuk dalam dokumen anggaran K / L / D / I.
Permasalahan yang terjadi di lapangan, karena proses pengadaan yang dilakukan dimulai dari persyaratan yang mengada-ada, maka persiapan KAK juga hanya dilakukan secara hati-hati dan sedang dilakukan untuk menggugurkan dokumen-dokumen dalam pembuatan anggaran belaka.
Sering terjadi, karena sifat pekerjaan selalu berulang setiap tahun, maka KAK yang disusun hanya sementara “save as” dari dokumen KAK tahun sebelumnya. Cukup dengan mengganti jumlah target dan mencocokkan nilai anggaran dengan standar biaya terbaru dengan mengatur biaya asal-asalan maka KAK sudah siap pakai untuk menyiapkan anggaran pembahasan.
Inilah yang menyebabkan proses pengadaan menjadi kacau balau, karena ruh utama pengadaan, yaitu memenuhi kebutuhan tidak tersampaikan jelas dan dibahas sepenuhnya terukur. Proses persiapan KAK berhenti hanya sebatas pemenuhan persyaratan administrasi dalam penganggaran.

Ciri-ciri KAK yang tidak menjadi acuan, biasanya adalah:
  1. Tidak ada yang disetujui antara program atau kegiatan dengan Visi, Misi, dan Strategi K / L / D / I. Kegiatan tiba-tiba muncul begitu saja di untaian kalimat KAK dan tidak memiliki landasan “Program” hingga program tersebut harus ada
  2. Susunan kata, kalimat, bahkan paragraf, sama dengan KAK sebelumnya, atau dengan KAK sejenis dari bagian / bidang lain
  3. Jadwal Waktu yang diterbitkan dalam KAK banyak yang tidak masuk akal, misalnya pekerjaan sudah dimulai pada bulan Januari sedangkan anggaran pada bulan ini masih belum disahkan. Juga menentukan lamanya waktu pelaksanaan tidak dapat dipertanggung jawabkan karena merupakan perkiraan. Juga menyetujui dilacak ke belakang, maka pelaksanaan pekerjaan tidak pernah sesuai dengan yang tertuang dalam KAK
  4. Jumlah sasaran dan sasaran kegiatan hanya bisa dicocokan-cocokkan dengan anggaran yang tersedia. Sama sekali tidak ada yang menentang jumlah peserta dengan sasaran yang ingin dicapai.
Satu-satunya jalan untuk dilewatkan. Ini adalah satu-satunya jalan bagi Kerangka Acuan Kerja yang benar-benar menjadi referensi.

Bisnis TIK
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata “bisnis” sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Bisnis informasi adalah bisnis menghasilkan keuntungan terutama dari pejualan-kembali properti intelektual (intelellectual property). Bisnis & Informatika. Memiliki dua arti yang saling berbeda. Dalam pengertian yang sederhana bisnis informatika adalah suatu kegiatan yang dilakukan individu atau sekelompok orang yang memiliki nilai (value) dengan tujuan mendapatkan keuntungan (profit) yang dilakukan dengan bantuan teknologi informasi. Yang dimaksud teknologi informasi disini mencakup semua hal yang berkaitan dengan teknologi informasi.
        Untuk salah satu jenis Bisnis Informatika yang saya pilih adalah perusahaan Carousell. Carousell siap bersaing di insdustri e-commerce Indonesia. Setelah sukses di Singapura, Carousell yang dikenal sebagai marketplace dan aplikasi belanja kini siap bersaing di tengah industri e-Commerce Indonesia yang kian sengit. Carousell menganggap Indonesia sebagai pasar terpenting bagi perkembangan bisnisnya. Menurut perusahaan yang didirikan oleh start-up dengan nama yang sama itu masyarakat Indonesia tidak hanya digitally savvy, tetapi juga telah beralih ke ponsel untuk melakukan jual beli secara online. Saya melihat Carousell sebagai sebuah app jual beli dengan konsep jejaring sosial. Pengguna (pembeli/penjual) bisa melihat daftar produk yang dijual oleh pengguna lainnya, dan membelinya hingga melakukan negosiasi harga dengan sang penjual secara langsung, tanpa perlu keluar dari aplikasi tersebut. Tidak perlu lagi bertukar nomor ponsel, tidak perlu lagi bertukar pin BBM. Seluruh proses jual beli dari awal hingga akhir bisa kamu selesaikan di Carousell. Alur yang singkat dan tidak bikin repot, itu kesan pertama saya ketika mulai berjualan lewat Carousell. Tidak banyak langkah yang harus saya ambil dan tidak perlu menunggu penilaian apapun untuk menjual barang. Hal ini membuat proses penjualan sangat cepat. di saat harus menambahkan deskripsi mengenai barang dagangan saya, saya hanya perlu mengisi 3 kolom saja; Category, Item dan Price. Kolom Category berfungsi mengklasifikasikan jenis produk yang kamu jual. Kolom Item adalah tempat bagimu mendeskripsikan barang daganganmu dengan kata-kata dan Price adalah kolom harga. Selain mengisi kolom-kolom tersebut, di bagian ini kamu juga bisa menambahkan 3 foto lainnya – tanpa perlu mengolahnya lagi – guna mendukung barang daganganmu. Dan sesudah tahapan ini kamu tuntaskan, barang daganganmu siap untuk dijajakan.
        Kelebihan dan kekurangan yang diperoleh Kelebihan Carousell sudah jelas terlihat. Konsep jual beli yang diusung sungguh inovatif; menjalankan rantai jual beli dari awal hingga akhir tanpa perlu keluar dari aplikasi sekali. Tampilan Carousell yang ramah dan sederhana juga berperan besar dalam memudahkan pengguna melakukan jual beli.
Meski begitu, saya agak bosan dengan featured image yang dipajang di bagian kategori produk. Awalnya saya kira gambar tersebut adalah barang dagangan dari user lainnya, tapi, setelah keluar masuk beberapa kali dari Carousell, ternyata gambar di bagian tersebut tidak kunjung berubah. Selain itu, saat proses pengolahan gambar, tombol “Back” dan “Done” di bagian atas juga terlihat kurang presisi.
        Perkembangan bisnis TI di Indonesia cukup drastis, hal ini didukung dengan naiknya kebutuhan pada teknologi informasi, yang mana pada sekarang ini hampir semua kegiatan dan pekerjaan kita menggunakan beberapa hal dari dunia teknologi informasi. Perkembangan ini dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti dalam dunia bisnis. Bisnis dalam bidang informatika ini memiliki peluang yang cukup baik dan cukup menjanjikan. Karena itulah banyak orang yang mencoba untuk menggeluti bidang ini, seperti bisnis hardware, software dan penyedia layanan konsultasi dan bisnis jual-beli online. Sekarang ini banyak perusahaan yang melakukan bisnis online, seperti penjualan sepatu dan baju (toko online), mainan, bahkan makanan juga bisa dipesan secara online. Hal ini terjadi karena internet seperti yang kita ketahui dapat menembus batas ruang dan waktu.
        Perkembangan teknologi informasi dan komputer menyebabkan perubahan kultur kita sehari-hari yang disebut dengan “information age”. Media elektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis. Meskipun penggunaan media elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi desakan bisnis menyebabkan para pelaku bisnis mau tidak mau harus menggunakan media elektronik ini. Seperti yang kita tahu permasalahan di dunia ini adalah “ruang dan waktu” oleh karena itu penerapan teknologi informatika sangat dibutuhkan, maka dibutuhkan sebuah penerapan teknologi ini untuk memecahkan masalah. Karena banyaknya permintaan dalam teknologi informasi dan komputer di Indonesia dalam segala bidang maka munculah perusahaan-perusahaan yang bergelut dalam bisnis informatika ini. Seperti contohnya adalah penyedia layanan internet, software house, hosting, dll.
        Perkembangan bisnis TI di Indonesia belakangan ini terjadi peningkatan yang sangat pesat mengingat kebutuhan akan dalam bidang ini sangatlah besar dari tahun ke tahun. Ini menjadikan bisnis informatika menjadi salah satu bisnis yang mempunyai potensi yang cerah untuk kedepannya. Hal ini juga harus didukung oleh sumber daya yang berkualitas, melihat kualitas teknologi informasi dan komputer yang dituntut semakin baik setiap saatnya. Saat ini dunia TI mengalami banyak perkembangan terutama dalam bidang bisnis. Pada lingkungan bisnis, kehadiran teknologi informasi mulai disadari dapat menghadirkan berbagai solusi yang dapat membantu proses bisnis yang ada dan mengoptimalkan efesiensi bisnis berbasis teknologi informasi. Perkembangan teknologi informasi telah berkembang luar biasa hebatnya baik dari sisi perangkat keras, perangkat lunak, atau sumber daya manusia yang mendayagunakannya.
Sekarang TI banyak membantu kebutuhan seseorang dan sudah banyak orang yang terbiasa dengan komputer, bahkan dengan internet. Dunia bisnis tentunya banyak mengalami persaingan, sehingga membutuhkan semua informasi yang aktual, cepat dan dapat dipercaya. Semua itu menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Pergerakan bisnis yang semakin cepat menuntut komunikasi (suara, data dan informasi) yang lebih lebih cepat guna mempertahankan pelanggan, pemasok, bahkan dalam menghadapi persaingan. Salah satu media yang digunakan dalam mengembangkan bisnis di dunia Informatika adalah internet. Internet adalah jaringan komputer tanpa mengenal batas jarak dan waktu yang didalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga dinamis dan interaktif. Maka dari itu banyak orang bahkan perusahaan memanfaatkan internet sebagai ladang bisnis, mulai dari menjual jasa, penjualan dan pembelian produk bahkan pemasaran suatu produk perusahaan. Dunia bisnis dibidang TI akan berkembang pesat dan mengalami kemajuan dengan adanya media informasi dan perangkat teknologi yang makin canggih. Dari dunia Maya atau internet inilah lahir sebuah social media. internet dan social media bisa menjadi alat bagi perusahaan untuk mengenal pasar dan konsumennya.



SUMBER:









Tidak ada komentar: