Jumat, 06 November 2015

Manusia Sebagai Makhluk Berbudaya

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ........................................................................
1.2. Tujuan ......................................................................................

BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Manusia Dan Budaya ................................................................
2.2 Budaya .....................................................................................
2.3 Etika Manusia dalam Berbudaya ..............................................
2.4 Estetika Manusia dalam Berbudaya .........................................
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Budaya ............................
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan .............................................................................
DAFTAR PUSTAKA





BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang

      Budaya berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti budi atau akal diaertikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
      Budaya merupakan bagian yan tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Budaya dapat diartikan sebagai pikiran atau akal budi. Manusia sebagai makhluk budaya artinya adalah makhluk yang memiliki akal budi atau pikiran yang digunakan untuk memperhitungkan segala perbuatan yang dilakukannya dan sebagai dasar atas segala tindakan yang dilakukan.  Dengan dasar itulah manusia menjadi  makhluk yang paling tinggi derajatnya,  karena manusia diciptakan tuhan dengan  diberi akal.
        Manusia dalam sudut terminologi, manusia dapat dilihat dari berbagai macam bidang ilmu seperti biologi. Dalam biologi manusia diartikan sebagai spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Didalam bidang antropologi kebudayaan,  manusia lebih ditekankan terutama dalam bidang konsep penciptaan dan penggunaan serta perkembangan teknologi.



1.2  Tujuan
               Adapun tujuan yang dapat di peroleh dari makalah ini, sebagai berikut.
            1. Mengetahui bagaimana peranan manusia sebagai makhluk berbudaya.
            2. Mengetahui cara manusia berinteraksi satu dengan yang lainnya.









BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Manusia Dan Budaya
            Manusia dan kebudayaan adalah sebuah ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan.Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna merupakan makhluk bebudaya ,makhluk yang memiliki akal budi yang digunakan untuk berfikir dan menciptakan sesuatu lewat tindakannya. Manusia dapat menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Kebudayaan merupakan perangkat yang ampuh dalam sejarah kehidupan manusia yang dapat berkembang dan dikembangkan melalui sikap-sikap budaya yang mampu mendukungnya.
            Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata latin colere, yaitu mengolah dan mengerjakan. Dalam Bahsa Belanda, cultuurberarti sama dengan culture. Culture atau cultuur bisa diartikan juga sebagi mengolah tanah dan bertani. Dengan demikian, kata budaya ada hubungannya dengan kemampuan manusia dalam mengelola sumber–sumber kehidupan, dalam hal ini pertanian. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai kultur dalam bahasa Indonesia.
Definisi kebudayaan telah banyak dikemukakan oleh para ahli. Beberapa contoh sebagai berikut :

      1.                   Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari suatu           generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai super organik.
      2.                    Andreas eppink menyatakan bahwa kebudayaan mengandung keseruhan pengertian,        nilai, norma, ilmu pengetahuan, serta keseluruhan struktur–struktur sosial, religius,      dan lain–lain, ditambah lagi dengan segala intelektual dan artistik yang menjadi ciri        khas suatu masyarakat.
      3.                  Eward B, Taylor mengemukakan bahwa kebudayaan merupakan keseluruhan yang            kompleks, yang didalamnya mengandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral,         hukum, adat istiadat, dan kemampuan–kemampuan lain yang didapat seseorang        sebagai anggota suatu masyarakat.
      4.                  Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi mengatakan kebudayaan adalah sarana             hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
      5.                  Koentjaraningrat berpendapat bahwa kebudayaan adalah keseluruhan gagasan  dan           karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar besirat dari hasil budi pekerti



2.2 Budaya
            Kata budaya merupakan bentuk majemuk kata budi-daya yang berarti cipta, karsa, dan rasa. Sebenarnya kata budaya hanya dipakai sebagai singkatan kata kebudayaan, yang berasal dari Bahasa Sangsekerta budhayah. Budaya atau kebudayaan dalam Bahasa Belanda di istilahkan dengan kata culturur. Dalam bahasa Inggris culture. Sedangkan dalam bahasa Latin dari kata colera. Colera berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan tanah (bertani). Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti culture, yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam.
            Berbudaya, selain didasarkan pada etika juga mengandung estetika di dalamnya. Etika disini menyangkut analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Sedangkan estetika menyangkut pembahasan keindahan, yaitu bagaimana sesuatu bisa terbentuk dan bagaimana seseorang bisa merayakannya.
Dapat disimpulkan bahwa budaya adalah bagian yang tak akan pernah terpisahkan dari manusia karena tabiat manusia sendiri adalah berbudaya. Karena manusia secara bahasa berasal dari kata manu yang memiiki arti berfikir,akal budi dan budaya berarti akal .Bila digabungkan akan didapat dua kata kunci yaitu akal  dan budi.Hal ini menenjukan keterkaitan antara keduanya.

2.3 Etika Manusia dalam Berbudaya
            Kata etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu ethos. Secara etimologis, etika adalah ajaran tentang baik–buruk, yang diterima umum atau tentang sikap, perbuatan, kewajiban, dan sebagainya. Etika bisa disamakan artinya dengan moral (mores dalam bahasa latin), akhlak, atau kesusilaan. Etika berkaitan dengan masalah nilai, karena etika pada pokoknya membicarakan masalah–masaah yang berkaitan dengan predikat nilai susila, atau tidak susila, baik dan buruk. Dalam hal ini, etika termasuk dalam kawasan nilai, sedangkan nilai etika itu sendiri berkaitan dengan baik–buruk perbuatan manusia.
Namun, etika memiliki makna yang bervariasi. Bertens menyebutkan ada tiga jenis makna etika sebagai berikut :

      a.                   Etika dalam arti nilai–nilai atau norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau             kelompok orang dalam mengatur tingkah laku.
      b.                  Etika dalam arti kumpulan asas atau nilai moral (yang dimaksud disini adalah kode            etik)
      c.                     Etika dalam arti ilmu atau ajaran tentang yang baik dan yang buruk . Disini etika   sama artinya dengan filsafat moral.
Etika sebagai nilai dan norma etik atau moral berhubungan dengan makna etika yang pertama. Nilai–nilai etik adalah nilai tentang baik buruk kelakuan manusia. Nilai etik diwujudkan kedalam norma etik, norma moral, norma kesusilaan.
Norma etik berhubungan dengan manusia sebagai individu karena menyangkut kehidupan pribadi. Pendukung norma etik adalah nurani individu dan bukan manusia sebagai makhluk sosial atau sebagai anggota masyarakat yang terorganisir. Norma ini dapat melengkapi ketidakseimbangan hidup pribadi dan mencegah kegelisahan diri sendiri.
Norma etik ditujukan kepada umat manusia agar tebetuk kebaikan akhlak pribadi guna penyempurnaan manusia dan melarang manusia melakukan perbuatan jahat. Membunuh, berzina, mencuri, dan sebagaiya. Tidak hanya dilarang oleh norma kepercayaan atau keagamaan saja, tetapi dirasaan juga sebagai bertentangan dengan (norma) kesusilaan dalam setia hati nurani manusia. Norma etik hanya membebani manusia dengan kewajiban–kewajiban saja.
Daerah berlakunya norma etik relatif universal, meskipun tetap dipengaruhi oleh ideologi masyarakat pendukungya. Perilaku membunuh adalah perilaku yang amoral, asusila atau tidak etis. Pandangan itu bisa diterima oleh orang dimana saja atau universal. Namun, dalam hal tertentu, perilaku seks bebas bagi masyarakat penganut kebebasan kemungkinan bukan perilaku yang amoral. Etika masyarakat Timur mungkin berbeda dengan etika masyarakat barat.
2.4  Estetika Manusia dalam Berbudaya
Estetika dapat dikatakan sebagai teori tentang keindahan atau seni. Estetika berkaitan dengan nilai indah–jelek (tidak indah). Nilai estetika berari nilai tentang keindahan.  Keindahan  dapat diberi makna secara luas, secara sempit, dan estetik murni.
      a.                    Secara  luas  keindahan  mengandung  ide  kebaikan,  bahwa   segala  sesuatunya   yang    baik termasuk yang abstrak maupun nyata yang mengandung ide  kebaikan        adalah indah. Keindahan dalam arti luas meliputi banyak  hal, seperti watak yang          indah, hukum yang indah, ilmu yang indah, dan  kebajikan yang indah. Indah dalam arti luas mencakup hampir seluruh yang ada apakah merupakan  hasil  seni,  alam,   moral,dan intelektual.
      b.                   Secara sempit, yaitu indah yang terbatas pada lingkup persepsi penglihatan(bentuk dan warna).
      c.                   Secara estetik murni, menyangkut pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya         dengan segala sesuatu yang diresapinya melalui penglihatan, pendengaran perabaan dan perasaan, yang semuanya dapat menimbulkan persepsi (anggapan) indah.
Jika estetika dibandingkan dengan etika, maka etika berkaitan dengan nilai tentang baik–buruk, sedangkan estetika berkaitan dengan hal yang indah–jelak. Sesuatu yang estetik berarti memenuhi unsur keindahan (secara estetik murni maupun secara sempit, baik dala bentuk, warna, garis, kata, ataupun nada). Budaya yang estetik berarti budaya tersebut memiliki unsur keindahan.
Apabila nilai etik bersifat relatif universal, dalam arti bisa diterima banyak orang, namun nilai estetik amat subjektif dan partikular. Sesuatu yang indah bagi seseorang belum tentu indah bagi orang lain. Misalkan dua orang memandang sebuah lukisan. Orang yang pertama akan mengakui keindahan yang terkandung dalam lukisan tersebut, namun bisa jadi orang kedua sama sekali tidak menemukan keindahan di lukisan tersebut.
Oleh karena subjektif, nilai estetik tidak bisa dipaksakan pada orang lain.Kita tidak bisa memaksa seseorang untuk mengakui keindahan sebuah lukisan sebagaimana pandangan kita. Nilai–nilai estetik lebih bersifat perasaan, bukan pernyataan

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Budaya
Manusia memiliki sifat wujud, hidup, dibekali nafsu, serta akal budi. Akal adalah kemampuan berfikir manusia sebagai kodrat alami yang dimiliki. Budi adalah bagian dari kata hati yang berupa paduan akal dan perasan dan yan dapat membedakan baik-buruk sesuatu.
Kebutuhan manusia dalam kehidupan dapat dibedakan menjadi dua. Pertama, kebutuhan yang bersifat kebendaan (sarana-prasarana) atau badani/ragawi atau jasmani/biologis. Seperti makan, minum, bernafas, istirahat, dan seterusnya. Kedua, kebutuhan yang bersifat rohani atau melalui piaolosdi. Contohnya adalah kasih sayang, pujian, perasaan aman, kebebasan dan lain sebagainya.
Kebutuhan manusia dalam hidup dibagi menjadi 5 tingkatn, yaitu :
      1.                  Kebutuhan fisiologis (physiologocal needs).
            Seperti: makan, pakaian, tempat tinggal, sembuh dari sakit, kebutuhan seks, dan     sebagainya.
      2.                   Kebutuhan akan rasa aman dan perlindungan (safety and security)
            Seperti: bebas dari rasa takut, terlindung dari bahaya dan ancaman penyakit, perang,          kemiskinan, kelaparan, perlakuan tidak adil, dan sebagainya.
      3.                  Kebutuhan sosial (social needs)
            Seperti: kebutuhan akan dicintai, diperhitungkan sebagai pribadi, diakui sebagai     anggota kelompok, rasa setia kawan, kerja sama, persahabatan, interaksi, dan            sebagainya.
      4.                  Kebutuhan akan penghargaan (esteen needs)
            Seperti: kebutuhan dihargainya kemampuan, kedudukan, jabatan, status, pangkat, dan       sebagainya.
      5.                  Kebutuhan akan aktualisasi diri (self actualization)
            Sepert: kemampuan, bakat, kreativitas, ekspresi diri, prestasi, dan sebagainya.

Dengan akal budi manusia mampu menciptakan kebudayaan-kebudayaan pada dasarnya adalah hasil akal budaya manusia dalam interaksinya, baik dengan alam maupun manusia lainnya.






                                                            BAB 3
      PENUTUP
3.1 Kesimpulan
            Dalam hubungannya dengan lingkungan, manusia merupakan suatu oganisme hidup (living organism). Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan, setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik lingkungan vertikal (genetika, tradisi), horizontal (geografik, fisik, sosial), maupun kesejarahan. Berdasarkan definisi para ahli tersebut dapat dinyatakan bahwa unsur belajar merupakan hal terpenting dalam tindakan manusia yang berkebudayaan. Hanya sedikit tindakan manusia dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang tak perlu dibiasakan dengan belajar. Budaya sebagai sistem gagasan menjadi pedoman bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku. Seperti apa yang dikatakan Kluckhohn dan Kelly bahwa “Budaya berupa rancangan hidup” maka budaya terdahulu itu merupakan gagasan prima yang kita warisi melalui proses belajar dan menjadi sikap prilaku manusia berikutnya yang kita sebut sebagai nilai budaya.


DAFTAR PUSTAKA

Media Pendidikan. 2013. Hakekat Manusia sebagai makhluk budaya http://blog.tp.ac.id/hakekat-manusia-sebagai-makhluk-budaya

Host Geni. 2007. Manusia sebagai makhluk sosial dan budaya


Gerbang Ilmu. 2004. Ciri Utama dan Arti Manusia. http://www.gerbangilmu.com/2014/11/ciri-ciri-utama-dan-arti-manusia.html

Kamis, 08 Oktober 2015

KOMUNITAS MUSIK HARDCORE DIKALANGAN MASYARAKAT




DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
1.2 Tujuan Penelitian

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Hardcore Di Dunia
2.2 Golongan Musik Hardcore
2.3 Straight Edge pada Musik Hardcore
2.4 Gaya Hidup Hardcore Straight Edge

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA






BAB I
PENDAHULUAN



1.1  Latar Belakang

Musik adalah bentuk suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu irama melodi, harmoni, bentuk dan struktur lagu dan ekspresi sebagai satu kesatuan. Pada saat ini musik juga sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi manusia. Bagi pencipta musik, musik menjadi suatu luapan emosi jiwa, di mana perasaan yang ada di pencipta musik tersampaikan. Bagi penikmat musik, dengan mendengar musik yang sesuai dengan suasana hati maka harapannya agar bisa merasa lebih relaks dan lebih baik. Kaum muda dan musik merupakan dua hal yang berkaitan erat. Industri rekaman mengalami kemajuan pesat sejak muncul dan berkembangnya youth based industry (industri berbasis anak muda) tahun 1960-an. Pada saat itu musik terkait dengan idealisme, penggunaan obat terlarang, kekerasan, dan perilaku antisosial.

 Musik memiliki kekuatan untuk menyentuh dan menggerakkan perasaan manusia. Melalui musik, kaum muda yang masih labil dan meledak-ledak emosinya merasa mendapat penyaluran secara fisik dan emosional. Musik berfungsi sebagai ekspresi diri dan komunikasi. Di dalam kalangan kaum muda, hardcore sudah tidak asing lagi. Hardcore sendiri merupakan suatu bentuk ekspresi yang dikeluarkan dalam bentuk gaya hidup dengan pemikiran ke depan dan perhatian mereka dengan lingkungan hidup. Dalam ruang lingkup komunitas hardcore. Semakin banyaknya para pendukung komunitas musik hardcore yang ada di Indonesia. Di dalam kalangan kaum muda, hardcore sudah tidak asing lagi. Hardcore sendiri merupakan suatu bentuk ekspresi yang dikeluarkan dalam bentuk gaya hidup dengan pemikiran ke depan dan perhatian mereka dengan lingkungan hidup. Dalam ruang lingkup komunitas hardcore terdapat suatu gaya hidup yang sering dikatakan dengan sebutan Straight Edge. Sebagian dari mereka yang sudah berkecimpung di komunitas hardcore sudah memahami apa itu straight edge.

Straight Edge adalah sebuah gaya hidup yang berpola pikir positif dalam setiap kehidupannya. Tidak mengkonsumsi alkohol, tembakau, atau hal-hal yang berbau obat-obatan. Selalu berpikir positif, cinta terhadap lingkungan sekitar baik itu hewan maupun tumbuhan. Semakin banyaknya para pendukung komunitas musik hardcore yang ada di Indonesia. Di dalam kalangan kaum muda, hardcore sudah tidak asing lagi. Hardcore sendiri merupakan suatu bentuk ekspresi yang dikeluarkan dalam bentuk gaya hidup dengan pemikiran ke depan dan perhatian mereka dengan lingkungan hidup. Dalam ruang lingkup komunitas hardcore terdapat suatu gaya hidup yang sering dikatakan dengan sebutan Straight Edge. Sebagian dari mereka yang sudah berkecimpung di komunitas hardcore sudah memahami apa itu straight edge. Straight Edge adalah sebuah gaya hidup yang berpola pikir positif dalam setiap kehidupannya. Tidak mengkonsumsi alkohol, tembakau, atau hal-hal yang berbau obat-obatan. Selalu berpikir positif, cinta terhadap lingkungan sekitar baik itu hewan maupun tumbuhan.



1.2 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut :
1.2.1      Mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis bentuk musik yang ada
dalam musik hardcore straight edge di Kehidupan Masyarakat.
1.2.2      Mengetahui dan mendeskripsikan aktivitas para pelaku musik hardcore
straight edge di Kehidupan Masyarakat.
               




BAB II
PEMBAHASAN



2.1 Sejarah Hardcore Di Dunia

 Hardcore adalah lanjutan dari musik punk rock atau pendalaman musik punk rock yang lebih dinamis, agresif dan lebih cepat di akhir tahun 1970-an atau di awal tahun 80-an. Hardcore berasal dari musik punk. Hardcore muncul sebagai hal yang fresh dan merambah cepat untuk diterima para remaja di zaman itu. Ciri khas secara umum dari musik hardcore adalah suara gitar yang lebih tebal, berat, dan cepat dari musik punk rock awal. Tipikal lagu biasanya sangat pendek, cepat dan keras. Umumnya bertemakan tentang politik, kebebasan berpendapat, kekerasan, pengasingan diri dari sosial, straight edge, perang, kekeluargaan, dan tentang subkultur hardcore. Munculnya musik hardcore terjadi pada tahun 1970-an akhir. Hardcore awalnya berasal dari musik punk, ada 3 band pionir yang awalnya membentuk musik aliran musik hardcore ini. Musik hardcore ini juga disebut sebagai musik underground dimana kebanyakan komunitas musik ini tidak dipublikasikan ke masyarakat dan khalayak luas.

pandangan hidup hardcore hampir memiliki kesamaan dengan punk. Punk dengan idealisme yang kuat untuk menjadi sebuah alternatif pilihan hidup yang bertolak belakang dari kehidupan normal dengan hardcore yang menjadi suatu pilihan hidup yang tidak mengakui sistem yang berlaku di masyarakat. Dasar sikap D.I.Y (Do It Yourself) dan kebersamaan (Unity) di mana kebebasan adalah suatu hal yang bisa tercipta setiap hari. Hardcore mulai disukai para remaja di seluruh dunia dan hardcore mendapat julukan sebagai underground pertama tanpa bantuan pihak perusahaan musik sedikit pun atau dapat diistilahkan D.I.Y (Do It Yourself) dan konsekuensi dari maraknya musik hardcore maka bermunculanlah subgenre dari hardcore.



2.2 Golongan Musik Hardcore

2.2.1  Melodic Hardcore
Melodic hardcore adalah generasi pertama yang lahir dari musik hardcore. Perbedaan yang khas adalah vokal suara yang lebih halus dan umumnya dapat dinikmati harmonisasi musiknya dengan temponya yang tetap cepat dan agresif. Beberapa band yang ber genre melodic hardcore yaitu: NOFX, Bad Religion, Rise Againts.

2.2.2 Post Hardcore
Post hardcore yaitu campuran antara elemen indie rock (eksperimental rock). Ciri-ciri post hardcore adalah ritme yang tepat dan instrumentalis gitar yang cenderung keras dengan kombinasi vokal bersih dan jeritan. Contoh band post hardcore: Fugazi, Embrace. Saat ini, terjadi gelombang baru band-band post hardcore dengan menampilkan diri ke sisi pop punk eksperimental rock. Beberapa band post hardcore saat ini The Used, Hawthorne Heights, Senses Fail, From first to Last, Emery.

2.2.3 Crossover Thrash
Musik Crossover thrash muncul bersamaan dengan musik Thrash Metal tetapi lebih menunjukan sisi hardcore nya. Ciri-ciri dari genre ini adalah tempo hardcore yaitu tempo yang cepat dan agresif, memakai rythem drop (rythem metal) dan gaya vokalnya yang menggunakan teriakan-teriakan. Contoh band crossover thrash: Agnostic Front, Suicidal Tendences, D.R.I (Dirty Rotten Imbeciles).

2.2.4 Metalcore
Metalcore merupakan subgenre hardcore yang brutal dengan teriakan vokalnya khas genre metal. Contoh band metalcore: Earth Crisis, terror, Shai Hulud, Integrity. Saat ini band-band metalcore banyak diminati oleh industri rekaman besar. Metalcore dapat membeakan ciri khasnya yang merupakan bagian tak terpisahkan dari hardcore. band post hardcore juga ikut populer apabila dikombinasikan dengan musik metal. Tema dan lirik yang awalnya keras, politik dan membawa pesan yang tegas berubah ke arah personalitas, emosi/cinta dan lebih konsumtif. Beberapa band metalcore yang belakangan ini: As I Lay Dying, Bring Me The Horizon, The Devils Wears Prada, Killswitch Engage dan sebagainya.


2.3 Straight Edge pada Musik Hardcore

Straight Edge adalah sebuah gaya hidup, filosofi dan pergerakan anak muda yang menganut anti penggunaan narkoba, penggunaan minu man beralkohol, merokok dan hubungan seks bebas/casual sex, walaupun pergerakan garis keras yang lebih dalam mereka menghindari penggunaan obat secara menyeluruh (termasuk penggunaan secara medis) dan mereka mempercayai bahwa seks tidak untuk berganti-ganti pasangan.
Straight edge, secara harfiah berarti batas lurus, namun di dalam komunitas musik hardcore, straight edge adalah sebuah komunitas anak muda yang positif, yaitu komunitas anak muda yang aktif di dalam komunitas musik hardcore dan tetapi tidak mengkonsumsi rokok, minuman beralkohol, narkotika/narkoba/drugs, dan tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah. du. Gaya hidup straight edge mencoba untuk memberikan alternatif baru di komunitas hardcore yang sangat identik dengan kebiasaan mabuk dan kerusuhan dan di dalam lagunya mengusung lagu-lagu tentang politik, kebebasan berpendapat, kekerasan, pengasingan diri dari sosial, straight edge, perang dan kekeluargaan.


2.4 Gaya Hidup Hardcore Straight Edge

Para penyuka musik Hardcore Straight Edgemenentang rokok, alkohol,obat bius, serta free sex. Akhir-akhir ini banyak di antara mereka yang mulai memperjuangkan animal rights dan menjadi seorang vegetarian/vegan. Sebagai simbolnya, mengapa penganut gaya hidup straight edge memberikan tanda “X”, Tanda “X” ini kemudian menjadi icon yang kuat bagi identitas kuat penganut gaya hidup ini dan menandai bukan saja seseorang yang “drugs free”. Straight edge sendiri kian berkembang seiring perubahan kultur dan zaman. Anti rasisme dan fasisme kemudian menjadi salah satu prinsip dari gaya hidup ini. Paham vegetarianisme/veganism, sebuah gaya hidup yang akhirnya melampaui musik. Hingga sekarang ideologi dan semangat dari straight edge terus hidup dan berkembang bersama dengan media utama mereka yaitu musik.






BAB III
PENUTUP



3.1 Kesimpulan
Banyak yang salah kaprah tentang arti dari HARDCORE  itu sendiri yang sering simpang siur dan dikaitkan dengan yang namanya STRAIGHT EDGE, STRAIGHT EDGE istilah itu adalah dasar suatu metode yang diterapkan oleh para musisi di luar negeri untuk menjaga tubuh dari hal-hal yang berbau negatif, contoh : tidak merokok, tidak mabuk-mabukan, tidak free sex, tidak menggunakan zat psikotropika lainnya yang membahayakan tubuh, untuk melawan kebiasaan negatif dan mengembalikan image positif yang sebenarnya dari para musisi yang selalu identik dengan Drugs dan free sex. Setelah itulah mereka membuat genre dalam memberontak dengan keras hal yang berbau negatif, timbullah genre HARDCORE Semboyan/istilah tersebut memang benar dan sungguh diterapkan oleh para musisi yang berkaitan tanpa menyimpang dan sudah menjadi pedoman hidup dari mereka. Apabila dilihat dari aktivitasnya, komunitas hardcore straight edge merupakan komunitas yang awalnya mereka dinilai negatif oleh masyarakat, dengan adanya gaya hidup straight edge yang menentang penggunaan alkohol, obat-obatan terlarang, rokok, dan seks bebas menjadikan nama komunitas hardcore menjadi baik dan tidak dipandang negatif lagi oleh masyarakat.



3.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas ada beberapa saran yang dapat diberikan antara lain:
 Bagi para musisi hardcore disarankan agar mencoba mengembangkan lagu atau lagu baru dengan model komponen lagu yang lebih sempurna.
 Bagi para komunitas hardcore straight edge disarankan agar lebih
mengembangkan gaya hidup straight edge kepada anak muda yang masih
mengkonsumsi zat-zat yang merusak tubuh seperti alkohol, obat-obatan
terlarang, rokok, dan seks bebas.








DAFTAR PUSTAKA

Ipangrock.2013.Sejarah Musik Hardcore.http://www.ipangrock.com/sejarah-musik-hardcore.html

Nugroho, Arief.2013.Post Hardcore.http://www.metalmilitan.com/2013/10/post-hardcore.html?m=0.

COB-News. 2015. Hardcore Goes Meanstream.http://www.cob-news.com/hardcore-goes-mainstream/

COB-News.2015. Scene Hardcore  Indonesia.http://www.cob-news.com/hardcore-indonesia/

LandasanTeori.2015.Pengertian Straight Edge Definisi Sejarah, Prilaku, Nilai Utama, Kelompok.http://www.landasanteori.com/2015/09/pengertian-straight-edge-definisi.html

Kamis, 01 Oktober 2015

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL




DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Manusia Sebagai Makhluk Yang Berbudaya Dan Beretika
2.2 Pengertian Manusia, Budaya Dan Etika Menurut
      Para Ahli
2.3 Perwujudan masyarakat Indonesia Sebagai Makhluk Yang
      Berbudaya Dan Beretika
2.4 Manusia sebagai Makhluk Sosial
2.5 Manusia sebagai Makhluk Individu
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA





BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pada Dasarnya manusia adalah makhluk yang berbudaya dan beretika tidak lain adalah makhluk yang diciptakan Tuhan Semesta Alam yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, karena yang membahagiakan hidup manusia itu hakikatnya sesuatu yang baik, benar dan adil. Maka hanya manusia yang selalu berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran dan keadilan sajalah yang berhak menyandang gelar manusia berbudaya dan Beretika Manusia sangat berhubungan dan mempunyai keterkaitan dengan lingkungan dan gimana manusia bertempat tinggal. Manusia bertindak sosial dengan cara memanfaatkan alam dan lingkngan untuk menyejahterakan hidupnya. Dengan demikian dapat kita katakan bahwa kualitas manusia akan menentukan kualitas kebudayaan yang beretika. Tanpa bantuan dari manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan sendirinya sehingga manusia memunculkan sifat bahwa manusia memiliki ketergantungan terhadap manusia lainnya.



1.2 Tujuan
Adapun tujuan yang dapat di peroleh dari makalah ini, sebagai berikut.
1.Untuk mengetahui mengapa manusia disebut sebagai makhluk yang berbudaya dan beretik
2. Mengetahui pengertian manusia, budaya , etika menurut para Ahli
3.Mengetahui cara manusia berinteraksi satu dengan yang lainnya
4.Untuk mengetahui perwujudan masyarakat Indonesia sebagai makhluk yang berbudaya dan  beretika



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Manusia Sebagai Makhluk Yang Berbudaya Dan Beretika
Manusia disebut sebagai makhluk yang berbudaya dan beretika tidak lain adalah makhluk yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, karena yang membahagiakan hidup manusia itu hakikatnya sesuatu yang baik, benar dan adil, maka hanya manusia yang selalu berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran dan keadilan sajalah yang berhak menyandang gelar manusia berbudaya. Manusia juga akan mulai berpikir tentang bagaimana caranya menggunakan hewan atau binatang untuk lebih memudahkan kerja manusia dan menambah hasil usahannya dalam kaitannya untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Manusia sangat mempunyai hasrat yang tinggi apabila dibandingkan dengan makhluk hidup yang lain. Hasrat untuk selalu menambah hasil usahanya guna mempermudah lagi perjuangan hidupnya menimbulkan perekonomian dalam lingkungan kerja sama yang teratur. Hasrat disertai rasa keindahan menimbulkan kesenian. Hasrat akan mengatur kedudukannya dalam alam sekitarnya, dalam menghadapai tenaga-tenaga alam yang beraneka ragam bentuknya dan gaib, menimbulkan kepercayaan dan keagamaan. Hasrat manusia yang selalu ingin tahu tentang segala sesuatu disekitarnya menimbulkan ilmu pengetahuan. Ada hakekatnya kebudayaan mempunyai dua segi, bagian yang tidak dapat dilepaskan hubungannya satu sama lain yaitu segi kebendaan dan segi kerohanian. Segi kebendaan yaitu meliputi segala benda buatan manusia sebagai perwujudan dari akalnya, serta bisa diraba. Segi kerohanian terdiri atas alam pikiran dan kumpulan perasaan yang tersusun teratur.


2.2 Pengertian Manusia, Budaya Dan Etika Menurut Para Ahli

a. Pengertian Manusia
Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi manusia menurut beberapa ahli:

·         UPANISADS
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik

·         SOKRATES
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar
·         WAYAN WATRA
Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa

b. Pengertian Budaya
Koentjaraningrat
Budaya merupakan sebuah sistem gagasan & rasa, sebuah tindakan serta karya yang dihasilkan oleh manusia didalam kehidupannya yang bermasyarakat, yang dijadikan kepunyaannya dengan belajar.
E.B. Taylor
Budaya ialah suatu keseluruhan yang kompleks meliputi kepercayaan, kesusilaan, seni, adat istiadat, hukum, kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang sering dipelajari oleh manusia sebagai bagian dari masyarakat.
Linton
 Budaya merupakan keseluruhan dari sikap & pola perilaku serta pengetahuan yang merupakan suatu kebiasaan yang diwariskan & dimilik oleh suatu anggota masyarakat tertentu.

c. Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa yunani kuno ethikos (“Yang berarti timbul kebiasaan “) untuk mempelajari kualitas yang standart dan penilaian moral. Etika diperlukan untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah baik buruk dan tanggung jawab.
K. Bertens
 Etika adalah nilai-nila dan norma-norma moral, yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
Prof. DR. Franz Magnis Suseno
 Etika adalah ilmu yang mencari orientasi atau ilmu yang memberikan arah dan pijakan pada tindakan manusia.

H. A. Mustafa
Etika adalah ilmu yang menyelidiki, mana yang baik dan mana yang buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran.

2.3 Perwujudan masyarakat Indonesia Sebagai Makhluk Yang Berbudaya Dan Beretika
Di Indonesia sendiri banyak sekali contoh-contoh manusia sebagai makhluk yang berbudaya yang mulai luntur seperti budaya gotong royong. Dalam pengertian manusia diatas kita telah membahas bahwa manusia adalah mahluk sosial yaitu dimana manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan hidup berdampingan antara individu satu dengan individu yang lain. Gotong royong di Indonesia sendiri merupakan suatu istilah yang berarti bekerja bersama. Sikap gotong royong adalah bekerja bersama-sama dalam menyelesaikan pekerjaan dan secara bersama-sama menikmati hasil pekerjaan tersebut secara adil, atau suatu usaha atau pekerjaan yang dilakukan tanpa pamrih dan secara suka rela oleh semua warga menurut batas kemampuannya masing-masing. Pekerjaan jika dilakukan dengan cara gotong royong akan lebih mudah dan ringan Nilai-nilai budaya asing mulai deras masuk dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.
Kehidupan perekonomian masyarakat berangsur-angsur berubah dari agraris ke industri, industri berkembang maju dan pada zaman sekarang tatanan kehidupan lebih banyak didasarkan pada pertimbangan ekonomi, sehingga bersifat materialistik. Pembahasan nilai-nilai budaya asing yang mulai banyak masuk dan menjadi bagian di masyarakat Indonesia mempunyai dampak positif yaitu modernisasi yang terjadi di Indonesia yaitu pembangunan yang terus berkembang di Indonesia dapat merubah perekonomian indonesia dan mencapai tatanan kehidupan bermasyarakat yang adil, maju, dan makmur. Hal tersebut diharapkan akan mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera baik batin, jasmani dan rohani. Untuk dampak negatifnya budaya yang masuk ke Indonesia seperti cara berpakaian, etika, pergaulan dan yang lainnya sering menimbulkan berbagai masalah sosial diantaranya; kesenjangan social ekonomi, kerusakan lingkungan hidup, kriminalitas, dan kenakalan remaja.

2.4 Manusia sebagai Makhluk Sosial
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tak lepas berinteraksi dengan manusia lainnya, melakukan sebuah sosialisasi antar manusia. Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk mampu bekerjasama dengan orang lain sehingga tercipta sebuah kehidupan yang damai. Makhluk sosial adalah makhluk yang memiliki kecenderungan menyukai dan membutuhkan kehadiran sesamanya sebagai kebutuhan dasar yang disebut kebutuhan sosial.

2.5 Manusia Sebagai Makhluk Individu
Individu berasal dari kata in dan divided. Dalam Bahasa Inggris In salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan divided artinya terbagi. Jadi, individu artinya tidak terbagi atau suatu kesatuan.Dalam bahasa latin, individu berasal dari kata individium yang berarti tidak terbagi, suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas



BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Manusia Sebagai Makhluk Berbudaya adalah Manusia yang diciptakan untuk menjalankan kewajibandan tanggung jawabnya sebagai makhluk Tuhan. Manusia harus menguasai segala sesuatu yang berhubungan dengan kepemimpinannya di muka bumi disamping tanggung jawab dan etika moral harus dimiliki, menciptakan nilai kebaikan, kebenaran, keadilan dan tanggung jawab agar bermakna bagi kemanusiaan dan lingkungan sekitarnya. Manusia memiliki akal dan budi yang tidak dimiliki hewan,dan ini menjadi suatu faktor penting yang membuat manusia bersifat unik,keunikan inilah yang menciptakan suatu budaya yang membedakan manusia dengan hewan.Dan budaya ini telah hidup bersama manusia dari zaman ke zaman hingga saat ini sebagai suatu kebiasaan yang dapat berubah oleh faktor tertentu.
Selain mampunyai sebagaimanaa makhluk hidup lainnya, manusia juga mempunyai akal yang dapat memperhitungkan tindakannya melalui proses belajar yang terus-menerus. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok atau seorang individu. Kualitas manusia pada suatu negara akan menentukan kualitas kebudayaan dari suatu negara tersebut, begitu pula pendidikan yang tinggi akan menghasilkan kebudayaan yang tinggi. Karena kebudayaan adalah hasil dari pendidikan suatu bangsa.

3.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas ada beberapa saran yang dapat diberikan menyangkut dengan topik Manusia Sebagai Makhluk yang Berbudaya,
antara lain:
 Sebagai manusia yang diberikan akal dan kemampuan berpikir oleh Tuhan, seharusnya kita bisa memanfaatkan dan melestarikan budayabudaya yang ada di negara kita.
 Sebagai negara yang paling kaya akan budayanya, kita harus menjaga budaya-budaya yang sudah ada di Indonesia, jangan sampai di klaim oleh negara lain



DAFTAR PUSTAKA

 Muhyidin, Asep.2013.Pemertahanan Nilai-Nilai Budaya Lokal dalam Pemelajaran Sastra di Sekolah. http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/artikel/306


Cara pedia.2015. Pengertian dan Definisi Manusia Menurut Para Ahli.https://carapedia.com/pengertian_definisi_manusia_menurut_para_ahli_info508.html

Seputar pengetahuan.2015.Pengertian Budaya Menurut Para Ahli Lengkap. http://www.seputarpengetahuan.com/2015/03/pengertian-budaya-menurut-para-ahli.html




Wartafeminis.2013. Etika Moral dan Kebebasan. http://wartafeminis.com/2013/04/10/etika-moral-dan-kebebasan/

Bukupr.2013.Manusia Sebagai Makhluk Sosial. http://www.bukupr.com/2013/02/manusia-sebagai-makhluk-sosial.html